Sabtu, 23 Februari 2013

darah tinggi


Penyakit darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai penyakit Hipertensi adalah suatu penyakit dimana seorang penderitanya mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal ( tekanan darah tinggi ). Kondisi ini dapat ditunjukkan pada saat seseorang melakukan pemeriksaan tensi darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah dengan memperhatikan angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) namun secara umum nilai normal tekanan darah seseorang adalah 120/80 mmHG.

Penyakit darah tinggi / Hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung dan juga gagal ginjal, untuk itu sangatlah perlu bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa saja yang yang merupakan penyebab hipertensi dan apa saja gejala hipertensi agar kita dapat mengambil langkah preventif karena bagaimanapun juga penyakit ini sangat berkaitan erat dengan organ penting seperti jantung dan juga pembuluh darah.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyebab Darah Tinggi atau Hipertensi

Darah tinggi atau Hipertensi bisa disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti :
  • Pola hidup yang tidak sehat dan seimbang
  • Faktor genetik / keturunan
  • Pola makan tidak sehat yang kurang memperhatikan kandungan lemak terhadap makanan yang dikonsumsi
  • Aktivitas yang rendah / kurang gerak dan jarang berolahraga
  • Obesitas / kegemukan
  • Kebiasaan merokok,  mengkonsumsi minumal beralkohol dan kafein
  • Sebagian besar hipertensi primer disebabkan oleh faktor stress karena stress cenderung menaikkan tekanan darah untuk sementara waktu.
Gejala Darah Tinggi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
  • sakit kepala
  • kelelahan
  • mual
  • muntah
  • sesak napas
  • gelisah
  • pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
 MAKANAN UNTUK PENDERITA DARAH TINGGI
Menderita darah tinggi harus dibawa enjoy! Tak perlu terlalu tegang dan mencemaskan kondisi kesehatan Anda.
Meski kenyataan tak dapat disangkal bahwa 60 persen penderita hipertensi berakhir dengan stroke, tapi Anda harus punya pemikiran positif agar kesehatan tak kian memburuk.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi darah tinggi. Hal pertama dan utama yang perlu Anda ubah adalah menu makanan. Mulai detik ini juga, hentikan konsumsi lemak jenuh. Apa saja sumber lemak jenuh?
Makanan yang digoreng dan lemak dari daging olahan. Ganti makanan tersebut dengan buah-buahan dan sayuran segar. Jika selama ini yang kita tahu hanya buah Mengkudu dan seledri saja yang bagus untuk mengatasi darah tinggi, kali ini Anda punya alternatif lain. Buah yang lebih nikmat dimakan. Berikut ini daftar sayur dan buah yang bisa Anda konsumsi sehari-hari untuk mengatasi darah tinggi Anda.

Tomat

Anda suka makan buah tomat? Makan tomat mentah-mentah dan bulat-bulat mungkin tidak semua orang suka. Lebih nikmat kalau tomat dijus dan dicampur dengan buah lain.
Tetapi, porsi terbesar harus buah ini, karena di dalam tomat terdapat potasium, vitamin C dan serat, dan dalam satu mangkuk tomat terkandung 9 mg sodium saja.
Minuman ini bisa jadi diet sodium yang sehat karena kebutuhan Anda akan sodium tetap terpenuhi tapi dalam jumlah yang minimal. Tentu tidak membahayakan kondisi kesehatan Anda. Sebisa mungkin pilihlah tomat segar untuk dijus, karena tomat olahan yang dijual di supermarket sering kali mengandung sodium yang lumayan tinggi.

Buah Beri

Apa saja yang termasuk dalam kategori buah beri? Anda bisa sebutkan satu per satu yang Anda kenal; strawbery, blueberry, blackberry, dan raspberry.
Tak hanya bentuknya yang menarik, buah beri dikenal kaya manfaat karena kandungan potasiumnya yang tinggi. Satu mangkuk buah beri mengandung 200 mg potasium.
Berapa banyak potasium yang Anda butuhkan untuk mengatasi darah tinggi? Per hari setidaknya dibutuhkan 4.700 mg asupan potasium, jadi sekitar 23 mangkuk buah beri yang Anda butuhkan dalam sehari.
Tak sulit memakan buah sebanyak itu asal Anda mengolahnya dalam bentuk jus segar. Selain potasium, buah beri juga mengandung serat dan vitamin C.

Jeruk

Jeruk sudah kondang sebagai buah yang kaya vitamin C. Ternyata, selain vitamin C, buah ini juga banyak mengandung potasium, serat, dan rendah sodium.
Rasanya yang manis tak merepotkan karena bisa kita makan langsung tanpa dijus. Tapi, tak ada salahnya kalau Anda ingin meminum jus jeruk yang segar untuk menu sehari-hari Anda. Apalagi kebutuhan potasium untuk mengatasi darah tinggi cukup besar.

Sayuran Hijau

Anda pernah minum jus brokoli? Anda menyukai rasanya? Sebagian mungkin menjawab, "Iya! Saya suka." Sebagian lain menjawab, "Argh! tak enak sama sekali." Wajar, karena tidak semua orang suka sayur.
Brokoli hanya satu contoh sayuran hijau yang mengandung potasium tinggi, tapi rendah sodium. Selain brokoli Anda bisa pilih sayuran hijau lain yang disukai, bayam bisa jadi salah satu alternatif.
Sekarang, Anda boleh senang karena ternyata ada beberapa jus nikmat yang bisa Anda buat sendiri di rumah untuk mengatasi darah tinggi. Tapi, tunggu dulu!
Jus yang sehat dan menyehatkan ini akan lebih bermanfaat dan bisa mengatasi darah tinggi jika Anda mengolahnya tanpa gula. 
PANTANGAN BAGI PENDERITA DARAH TINGGI 
Menderita penyakit tertentu memang sering mengharuskan Anda menghindari makanan-makanan tertentu, termasuk jika Anda terkena penyakit darah tinggi.
Bagi penderita darah tinggi, ada beberapa zat makanan yang menjadi pantangan karena dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik pola makan Anda, jangan sampai melanggar pantangan.
Makanan berlemak jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan, apalagi bagi penderita darah tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan darah menjadi lengket dengan dinding pembuluh darah sehingga darah menjadi mudah menggumpal.
Karbohidrat sederhana juga menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi. Karbohidrat sederhana dapat menyebabkan peningkatan kadar gula dan insulin dalam darah secara drastis.
Hal itu dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Karbohidrat sederhana terdapat dalam roti putih, nasi, kentang, dan gula-gula. Selanjutnya, protein tinggi lemak pun merupakan pantangan bagi darah tinggi.
Dalam diet sehari-hari, protein merupakan komponen penting untuk perbaikan serta pembentukan sel-sel tubuh. Akan tetapi, yang perlu Anda waspadai jika protein tersebut tinggi lemak jenuh.
Makanya, pantang bagi Anda mengonsumsi daging merah, seafood selain ikan, makanan tinggi lemak, daging ayam berkulit, daging babi, serta kuning telur.
Pantangan lain yang tentunya sudah sering kita ketahui adalah makanan tinggi kadar garam. Total asupan sodium bagi harus dibatasi maksimal 2.400 mg per hari atau satu sendok teh.
Makanan olahan biasanya mengandung kadar sodium tinggi. Hindari sayuran-sayuran kering, snack, terutama keripik dan kue asin, kecap dan bumbu salad, dan sejenisnya.
Hindari alkohol. Jika Anda peminum berat namun menderita tekanan darah tinggi, waspadalah. Alkohol adalah salah satu pantangan wajib untuk darah tinggi. Alkohol meningkatkan tekanan darah, lalu merusak dinding pembuluh darah.
Dalam tahap kecanduan, kemungkinan besar dapat terjadi komplikasi serius lainnya. Kurangi kafein. Kafein juga merupakan pantangan bagi tekanan darah tinggi. Kopi misalnya, bisa bermanfaat menstabilkan tekanan darah namun dalam kadar yang berlebihan (lebih dari sama dengan lima gelas sehari) dapat memperparah tekanan darah tinggi.
Musuh utama tekanan darah tinggi lainnya yaitu kolesterol. Tubuh mengandung dua tipe kolesterol, low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL disebut juga kolesterol jahat, dapat menyumbat pembuluh arteri, sedangkan HDL mencegah terjadinya penyumbatan.
Tubuh dapat menghasilkan LDL dengan sendirinya, jadi Anda tidak perlu mengonsumsi lemak hewan yang akan menambah LDL. Pola diet serta berat badan Anda juga akan mempengaruhi tipe lemak lain dalam darah yaitu trigliserida.
Lemak ini dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang dapat memperparah tekanan darah tinggi. Mengonsumsi gula dan alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan kadar trigliserida.
Memang, nampaknya sebagian besar makanan yang enak dan merupakan favorit Anda sehari-hari malah menjadi pantangan. Namun, masih banyak bahan makanan sehat lain yang juga tidak kalah enaknya, jika dimasak sekreatif mungkin.
Jika Anda tidak dapat menghentikan konsumsi makanan pantangan sekaligus, maka ada baiknya dilakukan secara bertahap. Tentu saja lebih baik lagi dilakukan dibawah pengawasan dokter atau orang yang biasa merawat Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar